empty
 
 
03.02.2026 09:42 AM
Pasar saham pada 3 Februari: S&P 500 dan NASDAQ melonjak tajam

Kemarin, indeks saham ditutup lebih tinggi. S&P 500 naik sebesar 0,54%, sementara Nasdaq 100 melonjak sebesar 0,56%. Dow Jones Industrial Average menguat sebesar 1,05%.

This image is no longer relevant

Pasar saham di Asia mulai bangkit kembali setelah mengalami penjualan terburuk dalam lebih dari dua bulan. Kenaikan harga emas dan perak ikut membantu menstabilkan pasar setelah adanya fluktuasi pada hari Senin. Saham-saham di sektor teknologi menunjukkan peningkatan. MSCI Asia Pacific mencatatkan kenaikan sebesar 2,8%, menjadi lonjakan terkuatnya sejak bulan April. Indeks Korea Selatan, yang dianggap sebagai contoh ideal penerapan AI dan indeks teratas tahun ini, melesat hingga 6,3%, sementara saham Samsung Electronics Co. naik 10% dan SK Hynix Inc. meningkat 7,3%.

Diprediksi akan ada kenaikan lebih lanjut di Eropa dan Amerika Serikat: kontrak berjangka Nasdaq 100 naik sekitar 0,5% hari ini setelah perusahaan AI ternama, Palantir Technologies Inc. , merilis proyeksi penjualan yang lebih baik dari yang diperkirakan. Di samping itu, Elon Musk mengumumkan penggabungan SpaceX dan xAI dalam suatu kesepakatan yang menilai nilai total perusahaan tersebut mencapai $1,25 triliun.

Terlihat bahwa pasar mulai stabil setelah penurunan tajam pada harga logam berharga. Namun, kondisi secara keseluruhan masih rentan karena Presiden Donald Trump mencalonkan Kevin Warsh untuk menduduki kursi ketua Fed pada hari Jumat. Warsh dianggap lebih mengutamakan pengendalian inflasi dibandingkan dengan pemangkasan suku bunga. Menurut Vantage Global Prime Pty, pemulihan ini lebih mirip dengan jeda setelah sebuah badai, dengan para pembeli mulai masuk saat harga mengalami penurunan alih-alih karena adanya peningkatan kepercayaan.

Dengan laporan mengenai pekerjaan di AS tidak akan dirilis akibat penutupan sebagian pemerintah, diperkirakan ketidakpastian di pasar akan meningkat dalam beberapa hari ke depan.

Di tempat lain, obligasi Australia mengalami penurunan, sementara nilai mata uangnya meningkat setelah bank sentral menaikkan suku bunga utamanya untuk menanggulangi inflasi. Saham India melonjak 2,8% setelah Trump menyampaikan bahwa tarif minyak dari India akan diturunkan menjadi 18% setelah Perdana Menteri Narendra Modi setuju untuk menghentikan pembelian minyak dari Rusia, meredakan ketegangan antara kedua negara. Rupee mengalami penguatan terhadap dolar.

This image is no longer relevant

Untuk prospek teknis S&P 500, tugas langsung bagi pembeli hari ini adalah mengatasi level resistensi terdekat di $6,993. Menembus di atas level tersebut akan menandakan kenaikan dan membuka jalan menuju $7,013. Prioritas tambahan bagi pihak bullish adalah mengamankan kendali di atas $7,033, yang akan memperkuat posisi pembeli. Jika terjadi pergerakan ke bawah di tengah menurunnya selera risiko, pembeli harus menegaskan diri mereka di sekitar $6,975. Penurunan di bawah level tersebut dapat dengan cepat mendorong instrumen kembali ke $6,961 dan membuka jalan menuju $6,946.

Recommended Stories

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.