empty
 
 
18.02.2026 04:34 AM
Gambaran Umum GBP/USD. 18 Februari. Pound Berada di Ambang Kejatuhan

This image is no longer relevant

Pada hari Rabu, pasangan mata uang GBP/USD diperdagangkan lebih rendah, dengan aktivitas yang sedikit lebih tinggi dibandingkan hari-hari sebelumnya. Hal ini mudah dijelaskan. Pada pagi hari di Inggris, laporan pengangguran dirilis, yang menunjukkan kenaikan tingkat pengangguran menjadi 5,2%. Terus terang, kami tidak memperkirakan reaksi sekuat ini terhadap data makroekonomi Inggris. Pada saat yang sama, pasar juga tidak mengantisipasi kenaikan kembali tingkat pengangguran Inggris. Dengan demikian, satu laporan saja sudah cukup untuk menimbulkan tekanan bagi mata uang Inggris, yang baru saja mulai menyesuaikan diri ke fase baru tren kenaikan global.

Sementara itu, muncul informasi mengenai kekhawatiran pasar terkait kelayakan pelonggaran kebijakan moneter yang agresif oleh Federal Reserve tahun ini. Disebutkan bahwa berbagai hedge fund mengurangi posisi short mereka terhadap dolar, dengan harapan perekonomian Amerika akan terus menunjukkan laju pertumbuhan yang tinggi dan pasar tenaga kerja akhirnya mulai pulih. Para ahli juga menyoroti sifat persisten inflasi inti, yang mengindikasikan bahwa penurunan suku bunga lebih lanjut mungkin tidak tepat.

Banyak pakar menyatakan bahwa situasinya mungkin berbalik arah kapan saja. Penguatan dolar AS di tengah meredupnya sentimen pasar "dovish" dapat memicu kembali kritik terhadap Fed dari Donald Trump. Mulai Mei, dengan Ketua Fed yang baru, Kevin Warsh, Trump mungkin kembali menuntut agar suku bunga acuan diturunkan ke level minimal. Jika inflasi di Amerika terus menurun seperti yang terjadi dalam 5 bulan terakhir, Fed seharusnya sudah mempertimbangkan untuk melanjutkan program pemangkasan suku bunga, karena jika tidak, ada risiko inflasi turun di bawah level target.

Namun, faktor utama di balik merosotnya ekspektasi "dovish" terletak pada pasar tenaga kerja AS. Banyak pelaku pasar terdorong optimistis oleh laporan Non-Farm Payroll bulan Januari, yang didukung oleh penurunan tingkat pengangguran. Menurut pandangan kami, kedua laporan ini berpotensi direvisi turun bulan depan, seperti yang berulang kali terjadi pada data Amerika dalam enam bulan terakhir. Selain itu, kita tidak bisa mengabaikan data Non-Farm Payroll tahun 2025, yang direvisi turun ke level yang sangat kecil setiap bulan. Menurut kami, pasar kembali terlalu optimistis terhadap dolar, didorong oleh kinerja masa lalu.

Pada timeframe harian, pasangan GBP/USD dapat turun menembus garis kritis, yang akan sangat merugikan prospek pound Inggris. Setelah naik dari 1,3000 ke 1,3860, sebuah koreksi tentu diperlukan, dan kami percaya itulah yang sedang kita saksikan saat ini. Memang, koreksi ini berkepanjangan dan tampak lebih kompleks, namun pada timeframe harian yang sama, terlihat jelas bahwa koreksi saat ini tidak sebesar kelihatannya. Kami memperkirakan mata uang Inggris dapat turun hingga 1,3400 sebelum melanjutkan kenaikan baru.

This image is no longer relevant

Rata-rata volatilitas pasangan GBP/USD selama 5 hari perdagangan terakhir per 18 Februari berada di kisaran 82 pip, yang dikategorikan "rata-rata." Pada hari Rabu, 18 Februari, kami memperkirakan pasangan ini akan bergerak dalam rentang yang dibatasi oleh 1,3461 dan 1,3625. Channel regresi linear atas mengarah ke atas, yang mengindikasikan pemulihan tren. Indikator CCI telah memasuki area overbought, memberi sinyal potensi berakhirnya fase koreksi.

Level Support Terdekat:

S1 – 1,3428

S2 – 1,3306

S3 – 1,3184

Level Resistance Terdekat:

R1 – 1,3550

R2 – 1,3672

R3 – 1,3794

Rekomendasi Trading:

Pasangan mata uang GBP/USD berada di jalur untuk melanjutkan tren naik 2025, dan prospek jangka panjangnya tetap tidak berubah. Kebijakan Trump akan terus memberikan tekanan pada perekonomian AS, sehingga kami tidak memperkirakan mata uang AS akan menguat pada 2026. Bahkan statusnya sebagai "mata uang cadangan" sudah tidak lagi memiliki arti penting bagi para trader. Dengan demikian, posisi beli dengan target 1,3916 dan lebih tinggi tetap relevan untuk waktu dekat ketika harga berada di atas moving average. Jika harga berada di bawah garis moving average, posisi jual jangka pendek dapat dipertimbangkan dengan target di 1,3461 dan 1,3428 atas dasar teknikal (korektif). Dari waktu ke waktu, mata uang AS menunjukkan koreksi (dalam arti global), tetapi agar pertumbuhan tren terbentuk, dibutuhkan faktor-faktor positif berskala global.

Penjelasan untuk Ilustrasi:

Channel regresi linear membantu menentukan tren saat ini. Jika keduanya menuju ke arah yang sama, hal ini menunjukkan tren yang sedang kuat;

Garis moving average (pengaturan 20,0, diperhalus) menentukan tren jangka pendek dan arah yang seharusnya menjadi acuan trading saat ini;

Level Murray adalah level target untuk pergerakan dan koreksi;

Level volatilitas (garis merah) menunjukkan kemungkinan channel harga tempat pasangan ini akan bergerak pada hari berikutnya berdasarkan indikator volatilitas saat ini;

Indikator CCI – masuknya harga ke area oversold (di bawah -250) atau area overbought (di atas +250) mengindikasikan bahwa tren akan segera berbalik ke arah yang berlawanan.

Recommended Stories

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.