Lihat juga
24.02.2026 06:45 PMPada saat artikel ini ditulis, pasangan AUD/USD diperdagangkan di sekitar 0,7040, melemah sekitar 0,20% pada hari ini setelah gagal bertahan di atas level psikologis 0,7100 pada hari Senin. Pasangan ini sedang mengalami koreksi dari level tertinggi beberapa bulan terakhir karena para pelaku pasar berupaya mengurangi paparan risiko menjelang serangkaian rilis data makroekonomi penting di Australia, Tiongkok, dan Amerika Serikat.
Publikasi Indeks Harga Konsumen (CPI) Australia untuk bulan Januari pada hari Rabu akan menjadi pemicu utama pekan ini. Konsensus pasar memperkirakan inflasi utama naik 3,7% year-over-year, sedikit di bawah angka sebelumnya 3,8%, sementara ukuran Trimmed Mean diproyeksikan tetap berada di 3,3%.
Angka-angka ini patut mendapat perhatian khusus menyusul kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin baru-baru ini oleh Reserve Bank of Australia (RBA) yang membawa suku bunga ke level 3,85%. Bank sentral membenarkan kenaikan tersebut dengan mengacu pada tekanan inflasi yang terus-menerus dan permintaan swasta yang lebih kuat daripada prediksi, yang menandakan kesiapan mereka untuk mempertahankan sikap kebijakan yang ketat selama tekanan harga belum mereda.
Di Amerika Serikat, fokus telah bergeser ke perkembangan di bidang perdagangan. Setelah Mahkamah Agung memblokir sebagian tarif yang sebelumnya dikenakan, Presiden Donald Trump mengancam akan memberlakukan tarif global baru sebesar 15% berdasarkan Section 122 of the Trade Act, kembali memicu kekhawatiran akan meningkatnya ketegangan perdagangan dan berdampak negatif pada mata uang siklikal seperti dolar Australia yang rentan terhadap fluktuasi perdagangan global.
Akibatnya, pasangan AUD/USD berada dalam posisi serba tanggung di bawah pengaruh faktor-faktor yang saling bertentangan: potensi pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut di Australia berbenturan dengan ketidakpastian perdagangan global dan berlanjutnya permintaan terhadap dolar AS. Data inflasi Australia akan menjadi penentu apakah pasangan ini dapat stabil di atas level psikologis 0,7000 atau koreksi dari 0,7100 justru berkembang menjadi fase konsolidasi yang berkepanjangan.
Dari perspektif teknikal, indikator osilator pada grafik harian masih berada di wilayah positif. Namun, jika pasangan ini gagal bertahan di atas level psikologis 0,7000, posisi unggul jangka pendek pihak pembeli berpotensi hilang. Perlu juga diingat bahwa SMA 200 hari masih bergerak naik, mengindikasikan bahwa tren jangka panjang secara keseluruhan tetap bullish.
Pada tabel di bawah ini ditampilkan persentase perubahan dolar Australia terhadap mata uang utama lainnya hari ini, dengan dolar Australia mencatat penguatan paling besar terhadap yen Jepang.
You have already liked this post today
*Analisis pasar yang diposting disini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan Anda namun tidak untuk memberi instruksi trading.

