Lihat juga
Terlepas dari pelemahan aktif dolar AS kemarin sore, para trader tetap membeli dolar di setiap kesempatan yang dianggap menguntungkan, meskipun bullish untuk euro maupun pound juga belum menyerah.
Kemarin, dolar menguat setelah muncul berita bahwa kepercayaan konsumen AS meningkat pada bulan Juni, karena turunnya harga bensin mengimbangi kekhawatiran terkait pasar tenaga kerja. Laporan tersebut menunjukkan bahwa indeks kepercayaan dari Conference Board naik 0,6 poin menjadi 91,2 setelah revisi turun dari bulan sebelumnya.
Kenaikan moderat ini menunjukkan bahwa masyarakat Amerika tetap optimistis terhadap kondisi keuangan pribadi mereka dan perekonomian secara keseluruhan. Penurunan harga bahan bakar, yang merupakan komponen kunci dalam belanja konsumen, sangat memengaruhi persepsi inflasi dan, pada akhirnya, kemauan untuk membelanjakan uang.
Hari ini menjanjikan akan menjadi hari yang padat secara data ekonomi dan dapat sangat memengaruhi pergerakan selanjutnya baik euro maupun pound Inggris. Pertama, perhatian akan tertuju pada serangkaian data penting dari Eropa yang berpotensi mengubah sentimen pasar saat ini.
Kita mulai dengan data Purchasing Managers' Index (PMI) untuk sektor manufaktur Jerman. Indikator ini diperkirakan akan melanjutkan tren penurunannya, mencerminkan perlambatan pertumbuhan di ekonomi terbesar Zona Euro. Setelah itu, data serupa untuk Zona Euro secara keseluruhan akan dirilis dan kemungkinan juga akan menunjukkan memburuknya kondisi industri. Rilis ini dapat meningkatkan kekhawatiran terhadap resesi dan menekan euro.
Namun, peristiwa utama hari ini akan menjadi pidato Presiden European Central Bank, Christine Lagarde. Semua mata akan tertuju pada pernyataannya terkait kebijakan moneter ke depan. Perhatian khusus akan diberikan pada setiap isyarat mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga. Jika Lagarde mendukung kenaikan suku bunga di tengah melambatnya aktivitas ekonomi, hal ini dapat mendorong penguatan euro.
Publikasi indeks harga konsumen Zona Euro juga sangat dinantikan. Data inflasi merupakan salah satu tolok ukur utama bagi ECB dalam mengambil keputusan suku bunga. Perlambatan inflasi yang moderat dapat menjadi dasar bagi nada yang lebih dovish dari bank sentral, sementara inflasi yang tetap tinggi akan mendorong kebijakan yang lebih ketat.
Untuk pound, kalender ekonomi hari ini juga padat. Paruh pertama hari akan ditandai oleh rilis data PMI sektor manufaktur. Indikator ini bersifat terdepan, mencerminkan aktivitas di salah satu sektor paling penting dalam perekonomian Inggris. Data ini diharapkan memberikan gambaran jelas mengenai kondisi terkini sektor manufaktur, apakah sedang tumbuh atau melambat, yang pada gilirannya dapat memengaruhi proyeksi pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.
Secara bersamaan, data Nationwide house price index akan dirilis. Indikator ini merupakan salah satu tolok ukur yang paling diawasi untuk menilai kondisi pasar perumahan Inggris. Data yang lemah akan mengonfirmasi tren yang mulai tampak, yakni melemahnya pasar perumahan.
Peristiwa penting lainnya adalah pidato Gubernur Bank of England, Andrew Bailey. Pernyataannya dapat memberikan gambaran mengenai penilaian terbaru bank sentral terhadap kondisi ekonomi, risiko inflasi, dan prospek kebijakan moneter ke depan.
Jika data yang dirilis sejalan dengan ekspektasi para ekonom, akan lebih baik menggunakan strategi Mean Reversion. Jika data jauh lebih tinggi atau jauh lebih rendah daripada perkiraan para ekonom, sebaiknya menggunakan strategi Momentum.