Lihat juga
Uji level 162.44 terjadi ketika indikator MACD sudah bergerak cukup jauh di atas garis nol, sehingga membatasi potensi kenaikan pasangan ini. Karena alasan tersebut, saya tidak membeli dolar AS.
Dolar AS menguat lagi hari ini, sedangkan yen Jepang mengalami penurunan setelah Donald Trump secara jelas mengakui bahwa gencatan senjata dengan Iran telah berakhir. Presiden AS itu mengungkapkan kekecewaannya atas serangan terhadap kapal tanker minyak yang terjadi kemarin dan mengisyaratkan bahwa kesepakatan gencatan senjata sudah tidak berlaku dan sejatinya telah runtuh. Dalam kondisi seperti ini, yen Jepang terjebak di antara dua kekuatan yang bertentangan. Sebagai mata uang yang dianggap aman, yen biasanya diuntungkan oleh meningkatnya ketidakpastian geopolitik. Namun, penguatan dolar AS justru mendorong nilai tukar USD/JPY naik, sedangkan harapan terhadap kenaikan harga minyak membebani Jepang yang sangat bergantung pada energi yang diimpor.
Satu peristiwa penting pada paruh kedua hari ini adalah keluarnya notulen rapat Federal Reserve untuk bulan Juni. Harap diingat bahwa pada pertemuan itu—yang pertama di bawah kepemimpinan Kevin Warsh—Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuan di antara 3,50% dan 3,75%, tetapi menyampaikan sinyal yang lebih hawkish, sementara proyeksi yang diperbarui menunjukkan kemungkinan kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun. Yen Jepang biasanya bereaksi terhadap perubahan seperti ini melalui pergeseran selisih imbal hasil. Notulen yang bernada hawkish bisa mendorong naiknya USD/JPY dengan mendukung imbal hasil obligasi pemerintah AS, sedangkan nada yang lebih dovish mungkin akan menekan pasangan ini ke bawah. Para trader juga harus memperhatikan risiko intervensi pasar valuta asing oleh Bank of Japan, karena jika USD/JPY naik terlalu cepat akibat perkataan hawkish dari The Fed, kemungkinan pihak berwenang Jepang akan melakukan intervensi untuk mengurangi depresiasi yen—terutama mengingat posisi pasangan ini yang berada di dekat level 163. 00.
Untuk strategi intraday saya, saya akan terutama mengandalkan penerapan Skenario #1 dan Skenario #2.
Hari ini, saya berencana membeli USD/JPY jika harga mencapai level entry di sekitar 162.64 (garis hijau pada chart), dengan target di 163.18 (garis hijau yang lebih tebal pada chart). Di sekitar 163.18, saya berencana menutup posisi beli dan membuka posisi jual berlawanan arah, dengan mengantisipasi pergerakan sebesar 30–35 poin. Kenaikan lanjutan pada pair masih mungkin terjadi hari ini, meskipun potensi kenaikannya diperkirakan akan tetap relatif terbatas.
Penting: Sebelum membuka posisi beli, pastikan indikator MACD berada di atas garis nol dan baru mulai bergerak naik.
Saya juga berencana membeli USD/JPY jika harga menguji level 162.38 dua kali berturut-turut sementara indikator MACD berada di area oversold. Kondisi ini akan membatasi potensi penurunan pair dan memicu pembalikan pasar yang bullish. Dalam kasus ini, pergerakan menuju 162.64 dan 163.18 dapat diharapkan.
Hari ini, saya berencana menjual USD/JPY setelah harga menembus ke bawah 162.38 (garis merah pada chart), yang seharusnya memicu penurunan tajam pada pair. Target penurunan utama akan berada di 161.93, tempat saya berniat menutup posisi jual dan segera mempertimbangkan untuk membuka posisi beli, dengan mengantisipasi rebound sebesar 20–25 poin. Tekanan jual pada pair kemungkinan akan kembali jika bank sentral melakukan intervensi.
Penting: Sebelum membuka posisi jual, pastikan indikator MACD berada di bawah garis nol dan baru mulai bergerak turun.
Saya juga berencana menjual USD/JPY jika harga menguji level 162.64 dua kali berturut-turut sementara indikator MACD berada di area overbought. Kondisi ini akan membatasi potensi kenaikan pair dan memicu pembalikan pasar yang bearish. Penurunan menuju 162.38 dan 161.93 kemudian dapat diharapkan.
Penjelasan Grafik:
Penting: Trader Forex pemula harus sangat berhati-hati saat memutuskan untuk masuk ke pasar. Sebaiknya hindari pasar menjelang laporan fundamental utama untuk menghindari terjebak dalam fluktuasi harga yang tajam. Jika Anda memilih untuk trading selama rilis berita, selalu pasang perintah stop-loss untuk meminimalkan kerugian. Tanpa itu, Anda bisa kehilangan seluruh deposit Anda dengan sangat cepat, terutama jika Anda tidak menggunakan manajemen uang dan trading dalam volume besar.
Dan ingat: trading yang sukses memerlukan rencana trading yang jelas, seperti yang diuraikan di atas. Membuat keputusan spontan berdasarkan situasi pasar saat ini adalah strategi yang merugikan bagi trader intraday sejak awal.