empty
 
 
17.08.2026 01:59 PM
Pasar Memprediksi The Fed Akan Menahan Suku Bunga Acuan

Tampaknya, pada hari Senin para pelaku pasar mulai menyadari bahwa Federal Reserve tidak akan mengikuti ekspektasi mereka dan tidak akan menaikkan suku bunga pada pertemuan bulan September. Hal ini jelas tercermin pada pelemahan dolar AS dan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah bertenor dua tahun, yang sangat sensitif terhadap potensi perubahan kebijakan moneter.

Tampaknya pada hari Senin para pelaku pasar mulai menyadari bahwa Federal Reserve tidak akan mengikuti ekspektasi mereka dan tidak akan menaikkan suku bunga pada pertemuan bulan September. Hal ini jelas tercermin pada pelemahan dolar AS dan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah bertenor dua tahun, yang sangat sensitif terhadap potensi perubahan kebijakan moneter.

Lalu, apa yang terjadi?

Sebenarnya dapat dikatakan bahwa fokus pasar mulai bergeser dari keyakinan kuat akan kenaikan suku bunga bulan depan menuju kemungkinan jeda. Para pelaku pasar mulai menyadari bahwa bank sentral akan tetap berpegang pada pendekatannya, yaitu merespons data ekonomi yang masuk, bukan tekanan dari para pejabatnya. Data ekonomi sendiri menunjukkan bahwa inflasi mulai mereda di tengah stabilnya harga minyak dan energi, sementara pasar tenaga kerja tetap sangat lemah. Laporan Juli dari Departemen Tenaga Kerja menunjukkan bukan sekadar perlambatan pertumbuhan lapangan kerja, melainkan penurunan signifikan dalam jumlah lapangan kerja. Dalam situasi seperti ini, mengikuti ekspektasi pasar justru akan menjadi keputusan yang keliru.

Apakah ini perubahan sentimen yang signifikan?

Ya. Meskipun masih sulit untuk mengatakan bahwa arah ekspektasi pasar sudah benar-benar berbalik, dolar AS berpeluang terus melemah dalam jangka pendek, disertai peningkatan permintaan terhadap saham-saham AS. Situasi ini juga dapat mendukung permintaan di pasar crypto karena pelemahan dolar. Tren ini kemungkinan akan berlanjut hingga rilis notulen rapat terakhir Federal Reserve pada hari Rabu ini dan setelahnya, karena kecil kemungkinan notulen tersebut menunjukkan adanya perubahan besar dalam prospek pergeseran kebijakan moneter. Pidato K. Warsh di Jackson Hole, serta rilis data baru Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE), dapat memberikan sinyal penentu mengenai hal ini. Sebagai indikator inflasi, Indeks Harga PCE berpotensi mengonfirmasi perlambatan inflasi AS yang terjadi secara bertahap.

Apa yang dapat kita antisipasi di pasar hari ini?

Menurut saya, setelah pelemahan jangka pendek dolar yang kemudian diikuti penguatan korektif, kita perlu mengantisipasi berlanjutnya penurunan dolar di pasar forex.

Prediksi Harian

This image is no longer relevant
This image is no longer relevant

#USDX

Indeks ini sedang terkoreksi naik menuju level resistance di 99,50. Kemungkinan besar indeks ini akan memantul dari level ini dan berbalik turun, bergerak menuju 98,95. Level 99,43 dapat dimanfaatkan sebagai titik masuk untuk posisi jual. Stop-loss dapat ditempatkan di 99,85.

EUR/USD

Pasangan ini diperdagangkan di atas 1,1575, dan berpotensi naik menuju 1,1683. Level 1,1595 dapat dimanfaatkan sebagai peluang beli saat terbentuk pullback turun. Stop-loss dapat ditempatkan di 1,1544.

Pati Gani,
Analytical expert of InstaTrade
© 2007-2026

Recommended Stories

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.