empty
 
 
01.09.2026 05:38 PM
GBP/USD – Analisis Smart Money: Pound Berisiko Semakin Melemah

This image is no longer relevant

Pada hari Senin, pasangan GBP/USD bergerak di antara dua imbalance — 26 dan 27 — dan gambaran teknikalnya tetap tidak berubah pada hari Selasa. Pada saat yang sama, imbalance 27 belum bisa dianggap batal, sementara imbalance 26 berpotensi memicu reaksi harga dalam waktu dekat. Pelemahan pound pada hari Jumat memang tidak sepenuhnya jelas, tetapi tetap dapat dijelaskan. Apa yang sudah terjadi, biarlah terjadi; sekarang kita perlu memikirkan ke mana harga dapat bergerak dari level saat ini. Hari ini, pelaku pasar tidak memiliki banyak alasan untuk melakukan perdagangan aktif, sehingga nasib dollar dan pound kemungkinan besar baru akan ditentukan menjelang akhir pekan ini. Data terbaru mengenai aktivitas bisnis, pasar tenaga kerja, dan pengangguran di Amerika Serikat akan membantu pelaku pasar menilai apakah kondisi perekonomian AS benar-benar sebaik yang terlihat pada hari Jumat. Perlu diingat, pelemahan pasar tenaga kerja AS secara signifikan mempersulit langkah Federal Reserve, yang menurut Kevin Warsh sedang mempertimbangkan opsi pengetatan kebijakan moneter. Jika data ekonomi pekan ini mendukung mata uang AS, pembatalan imbalance 26 dan 27 akan menjadi jauh lebih mudah. Dalam skenario tersebut, kubu penjual akan mengambil inisiatif. Saat ini, saya mencermati penurunan pound, walaupun masih tergolong moderat. Sejauh ini tidak ada alasan kuat untuk menjual pasangan ini hari ini, dan penurunan lanjutan pada pound dapat menyebabkan batalnya dua pola "bullish" sekaligus, yang jelas bukan skenario yang diinginkan.

Selama sebulan terakhir, dollar telah menerima banyak tekanan, antara lain dari keputusan U.S. Treasury untuk meningkatkan volume pembelian kembali obligasi jangka panjang, laporan Nonfarm Payrolls bulanan yang lemah, laporan Nonfarm Payrolls tahunan yang juga lemah, perlambatan Consumer Price Index, perlambatan pertumbuhan GDP, serta penurunan ekspektasi pasar terhadap pengetatan kebijakan moneter Federal Reserve. Dengan demikian, dari levelnya saat ini, penurunan dollar bisa saja berlanjut. Namun, agar itu terjadi, kubu pembeli harus mengambil sikap lebih tegas, sementara sejauh ini mereka justru tampak siap mundur lagi pada momen paling tidak tepat.

Apakah saat ini kubu penjual memiliki prospek? Menurut saya, tidak, atau kalaupun ada, sangat terbatas. Seperti sudah kita bahas, latar belakang fundamental tidak mendukung dollar AS. Namun jangan lupa, di pasar, tidak semua hal semata-mata bergantung pada faktor fundamental. Dalam jangka panjang, pasar telah bergerak dalam rentang selama sekitar satu tahun. Kita telah menyaksikan tiga gelombang naik, dan semua indikasi mengarah pada pembentukan gelombang kelima oleh kubu pembeli. Namun, sepanjang tahun lalu kita juga melihat pergantian struktur tiga gelombang dan formasi serupa lainnya. Sapuan likuiditas terhadap ayunan dari 1 Mei dapat menjadi dasar terbentuknya bagian "bearish" yang baru.

Seperti sudah saya sampaikan, faktor geopolitik tidak lagi memberikan dampak positif bagi dollar, karena negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran benar-benar menemui jalan buntu. Ini merupakan kerugian besar bagi dollar. Secara resmi, Teheran hanya bernegosiasi dengan Oman. Masih belum jelas apa hasil pembicaraan ini dalam konteks mengakhiri konflik dan membuka kembali Selat Hormuz. Iran mungkin bisa mencapai kesepakatan dengan Oman mengenai pengaturan pengendalian Selat Hormuz, namun bagaimana hal itu akan menyelesaikan konflik dengan Amerika Serikat dan mencabut blokade AS atas selat tersebut? Di saat yang sama, Donald Trump memutuskan untuk memberlakukan blokade kedua atas Iran — blokade finansial. Ia juga berencana menjatuhkan sanksi terhadap semua negara yang mendukung Iran. Sampai saat ini, ancaman Trump belum diwujudkan, dan sangat sulit memahami bagaimana Washington berniat memaksa Tiongkok menghentikan kerja sama dengan Iran. Namun satu fakta tetap jelas: konflik ini berada di titik buntu.

Analisis teknikal menunjukkan bahwa pihak pembeli sedang bersiap menyerang. Saat ini, pelaku pasar memiliki tiga imbalance "bullish" (25, 26, dan 27), di dalamnya peluang pembelian dapat dipertimbangkan. Sapuan likuiduitas terhadap level tertinggi 1 Mei telah memicu koreksi, dan koreksi ini berpotensi berakhir di dalam area imbalance 26 dan 27. Namun, pembatalan imbalance ini akan memberi peluang bagi kubu penjual untuk menyerang hingga ke area imbalance 25, atau bahkan lebih rendah lagi.

Latar belakang fundamental sebagian besar absen pada hari Selasa. Baru pada malam hari laporan ISM dan JOLTS dirilis di Amerika Serikat. Masih ada kemungkinan kita akan melihat pergerakan pasar pada kuartal terakhir sesi hari ini.

Secara keseluruhan, latar belakang fundamental tetap sedemikian rupa sehingga dalam jangka panjang saya tidak melihat prospek lain selain pelemahan mata uang AS. Perang antara Iran dan Amerika Serikat pun belum mengubah apa pun. Faktor geopolitik sempat memaksa pasar mengingat kembali status dollar sebagai safe haven selama beberapa bulan, tetapi konflik tersebut kini sudah melewati fase aktifnya. Ekspektasi pengetatan kebijakan moneter FOMC turun tajam dalam beberapa pekan terakhir, sehingga menekan mata uang AS. Dengan demikian, menurut saya, setiap kenaikan dollar bersifat sementara dan acak. Saya tidak melihat alasan bagi serangan bearish yang baru.

Kalender Ekonomi untuk Amerika Serikat dan Inggris:

  • Amerika Serikat — ADP Employment Change (12.00–15.00 UTC).

Pada 2 September, kalender ekonomi hanya memuat satu rilis sekunder. Dampak latar belakang ekonomi terhadap sentimen pasar pada hari Rabu akan sangat lemah atau bahkan tidak terasa.

Prakiraan dan Saran Trading GBP/USD:

Gambaran jangka panjang untuk pound tetap "bullish". Setelah liquidity sweep terhadap dua ayunan terakhir dan terbentuknya serangkaian sinyal beli, kubu pembeli berpotensi melanjutkan kenaikan. Sayangnya, selama sepekan terakhir inisiatif lebih banyak dikuasai kubu penjual, dan hanya dibutuhkan sedikit tekanan tambahan untuk membatalkan pola "bullish". Dalam skenario tersebut, kubu penjual akan mengambil alih serangan. Saat ini saya belum melihat dasar yang kuat bagi serangan bearish, tetapi sebuah imbalance "bearish" terbentuk pada 26 Agustus. Sapuan likuiditas terhadap ayunan dari 1 Mei mendorong pound sedikit lebih rendah, namun sejauh ini belum mematahkan struktur "bullish". Saat ini kita sebaiknya menantikan terbentuknya sinyal "bullish" di dalam area imbalance 27 dan 26, atau sebaliknya, pembatalan keduanya dan pergeseran ke serangan bearish.

Recommended Stories

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.