Lihat juga
Uji harga di 157,38 terjadi ketika indikator MACD mulai bergerak naik dari garis nol, yang memicu pembelian dolar terhadap yen. Namun, kenaikannya hanya sekitar 20 pip.
Hari ini permintaan terhadap dolar sudah kembali, dan yen memulai pekan dengan melemah terhadap mata uang AS. Pemicu utamanya adalah pernyataan bernada optimistis dari dua perwakilan Federal Reserve. Alberto Musalem dari St. Louis Fed menyerukan satu kali kenaikan suku bunga lagi dalam waktu dekat, meskipun baru pada Oktober lalu ia berbicara tentang kenaikan dalam kurun enam hingga sembilan bulan. Tom Barkin dari Richmond Fed menambahkan bahwa arah kebijakan sudah jelas dan yang menjadi pertanyaan hanya kecepatannya. Pernyataan ini memperkuat ekspektasi akan satu langkah lagi dari Fed dengan latar belakang PCE inti bulan September di 3,6% dibandingkan target 2%, dan dolar mendapat dukungan tambahan terhadap yen.
Namun demikian, yen memulai pekan ini dengan penopang yang cukup kuat. Pada hari Jumat, Bank of Japan mempertahankan suku bunga di 1,25%, sesuai perkiraan para ekonom. Bank sentral menyatakan bahwa inflasi inti telah mencapai target 2% untuk pertama kalinya, dan dalam konferensi pers Kazuo Ueda menekankan risiko inflasi yang melampaui target serta mengatakan bahwa menjaga ekspektasi inflasi tetap tertambat di dekat target tersebut masih menjadi isu utama. Ia tidak menyebutkan kapan kenaikan berikutnya akan dilakukan, tetapi banyak trader menilai langkah itu bisa terjadi sedini Desember. Data PMI manufaktur Jepang untuk Oktober hari ini berada di 53,3 poin, persis sama dengan perkiraan dan angka sebelumnya, sehingga hampir tidak berdampak pada nilai tukar. Dari berita terbaru di Jepang, pemerintah hari ini menghimpun dana 250 miliar yen, dan permintaan terhadap obligasi terbukti tetap kuat. Permintaan yang stabil untuk obligasi Jepang menunjukkan bahwa para investor domestik masih bersedia membeli surat berharga pemerintah, bahkan di tengah kenaikan imbal hasil global. Saya berpendapat bahwa selama Fed berbicara dengan sikap hawkish, USD/JPY akan tetap mendapat dukungan dari dolar, tetapi pengakuan BOJ bahwa target inflasi telah tercapai dan prospek kenaikan suku bunga pada Desember akan mencegah yen melemah terlalu cepat.
Untuk strategi intraday, saya akan lebih mengandalkan skenario No. 1 dan No. 2.
Skenario No. 1: Saya berencana untuk membeli USD/JPY hari ini ketika titik entri di sekitar 157,88 (garis hijau pada graik) tersentuh, dengan target kenaikan ke 158,40 (garis hijau yang lebih tebal pada grafik). Di sekitar 158,40, saya berencana untuk menutup posisi beli dan membuka posisi jual berlawanan arah (mengantisipasi pergerakan menjauh dari level tersebut sekitar 30–35 pip). Akan lebih baik kembali melakukan pembelian pada pasangan ini saat terjadi koreksi dan pullback signifikan pada USD/JPY. Penting! Sebelum membeli, pastikan indikator MACD berada di atas garis nol dan baru mulai bergerak naik dari level tersebut.
Skenario No. 2: Saya juga berencana untuk membeli USD/JPY hari ini jika terjadi dua kali pengujian beruntun pada level 157,66 sementara indikator MACD berada di area oversold. Hal ini akan membatasi potensi penurunan pasangan dan memicu pembalikan naik. Kenaikan bisa diantisipasi menuju level berlawanan di 157,88 dan 158,40.
Skenario No. 1: Saya berencana untuk menjual USD/JPY hari ini hanya setelah level 157,66 ditembus (garis merah pada grafik), yang akan memicu penurunan cepat pada pasangan. Target utama bagi penjual adalah 157,12, di mana saya berencana menutup posisi jual dan segera membuka posisi beli berlawanan arah (mengantisipasi pergerakan menjauh dari level tersebut sekitar 20–25 pip). Para penjual dapat kembali kapan saja; hanya dibutuhkan sedikit sinyal dari bank sentral. Penting! Sebelum menjual, pastikan indikator MACD berada di bawah garis nol dan baru mulai bergerak turun dari level tersebut.
Skenario No. 2: Saya juga berencana untuk sell USD/JPY hari ini jika terjadi dua kali pengujian beruntun pada level 157.88 sementara indikator MACD berada di area overbought. Hal ini akan membatasi potensi kenaikan pasangan dan memicu pembalikan turun. Penurunan bisa diantisipasi menuju level berlawanan di 157,66 dan 157,12.
Garis hijau tipis – harga entri di mana Anda dapat membeli instrumen trading;
Garis hijau tebal – harga yang disarankan untuk menempatkan Take Profit atau mengunci profit secara manual, karena kenaikan lebih lanjut di atas level ini kecil kemungkinannya;
Garis merah tipis – harga masuk di mana Anda dapat menjual instrumen trading;
Garis merah tebal – harga yang disarankan untuk menempatkan Take Profit atau mengunci profit secara manual, karena penurunan lebih lanjut di bawah level ini kecil kemungkinannya;
Indikator MACD. Saat masuk ke pasar, penting untuk memperhatikan zona overbought dan oversold.
Penting. Trader Forex pemula harus sangat berhati-hati ketika mengambil keputusan entri. Menjelang rilis laporan fundamental penting, sebaiknya menjauh dari pasar agar tidak terjebak dalam pergerakan harga yang tajam. Jika Anda memutuskan untuk trading selama rilis berita, selalu pasang stop order untuk meminimalkan kerugian. Tanpa stop order, Anda dapat dengan cepat kehilangan seluruh deposit Anda, terutama jika Anda tidak menggunakan money management dan trading dengan volume besar.
Ingat, trading yang sukses membutuhkan rencana trading yang jelas, seperti contoh yang saya sajikan di atas. Keputusan trading spontan yang hanya berdasarkan situasi pasar saat ini adalah strategi yang merugikan bagi trader intraday sejak awal.