empty
 
 
Tiongkok mendesak Eropa untuk menghilangkan bias dalam isu-isu ekonomi

Tiongkok mendesak Eropa untuk menghilangkan bias dalam isu-isu ekonomi

Pada 26 Maret 2026, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lin Jian, menyerukan Uni Eropa untuk menilai tingkat pertumbuhan ekonomi Tiongkok secara objektif. Beijing bersikeras untuk meninggalkan hambatan proteksionis dan mengadopsi pendekatan rasional terhadap hubungan bilateral.

Tiongkok berupaya untuk mengubah perannya dalam sistem global, bertindak sebagai "pabrik dunia" dan sebagai pasar konsumen terbesar. "Mitra Eropa harus bersama-sama memanfaatkan peluang ekonomi yang terkandung dalam Rencana Lima Tahun ke-15 mendatang," ujar Lin Jian, seraya mendesak kolaborasi. Pemerintah Tiongkok menganjurkan terciptanya kondisi investasi yang dapat diprediksi dan seimbang.

Pada tahun 2025, perdagangan bilateral tumbuh sebesar 5,4%. Total omset barang antara Tiongkok dan Uni Eropa mencapai $828 miliar. Statistik tersebut membantah kekhawatiran akan masuknya barang-barang Asia secara besar-besaran ke Eropa setelah tarif yang diberlakukan AS.

Tiongkok menyerukan arsitektur perdagangan dan ekonomi terbuka yang didasarkan pada saling menguntungkan. Strategi ini bertujuan untuk menstabilkan rantai logistik internasional dalam jangka panjang dan mendukung pengembangan pasar yang seimbang. Beijing menggarisbawahi pentingnya dialog untuk mencegah konflik perdagangan dan memastikan pertumbuhan global yang berkelanjutan di tengah gejolak geopolitik.

Kembali

See aslo

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.