empty
 
 
Eropa menjadi pusat krisis pasokan diesel akibat pengurangan aktivitas kilang di Tiongkok dan larangan ekspor Rusia

Eropa menjadi pusat krisis pasokan diesel akibat pengurangan aktivitas kilang di Tiongkok dan larangan ekspor Rusia

Eropa sedang menghadapi kekurangan bahan bakar diesel berskala besar. Morgan Stanley memperkirakan bahwa akibat terjadinya berbagai guncangan logistik dan geopolitik secara bersamaan, cadangan regional akan merosot ke titik terendah dalam beberapa tahun terakhir menjelang akhir tahun.
Pasar energi global sedang tertekan oleh serangkaian masalah yang kompleks. Pecahnya konflik antara AS dan Iran memainkan peran kunci, karena mengganggu kelancaran logistik di Selat Hormuz. Serangan terhadap kilang minyak Rusia serta larangan ekspor diesel yang diberlakukan Moskow turut memukul pasokan lebih jauh. Beijing juga berperan dalam situasi ini: penurunan volume pengolahan di kilang-kilang China telah mengurangi pasokan produk berlebih dari sistem global yang, dalam kondisi normal, semestinya dapat mengalir ke pasar Barat.
Akibatnya, margin penyulingan diesel—atau yang dikenal sebagai *crack spread*—di Eropa Barat Laut telah melonjak hingga mencapai rekor tertinggi. Para analis menekankan bahwa hambatan utama saat ini terletak pada kapasitas penyulingan, bukan pada kelangkaan minyak mentah. Di pasar minyak mentah, situasinya justru bertolak belakang: tercatat adanya pasokan minyak Afrika yang belum terjual serta kondisi *contango* yang menunjukkan tren *bearish* (harga masa depan lebih tinggi daripada harga saat ini).
Morgan Stanley memperkirakan bahwa cadangan Eropa akan mulai menurun secara konsisten sejak bulan Agustus. Pada bulan November, stok diesel dalam tangki penyimpanan diperkirakan akan turun menjadi 299 juta barel; angka ini merupakan tingkat terendah untuk periode tersebut dalam setahun, setidaknya sejak tahun 2015.
Namun, bank investasi tersebut memperingatkan para pedagang agar tidak melakukan pembelian secara agresif. Morgan Stanley menyatakan bahwa sebagian besar ketegangan saat ini dan potensi kelangkaan pasokan di masa mendatang sudah tercermin sepenuhnya dalam harga pasar; oleh karena itu, investor sebaiknya tidak mengejar pergerakan pasar dengan bertaruh pada kenaikan harga lebih lanjut.

Kembali

See aslo

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.