Elon Musk janjikan dorongan pertumbuhan AS melalui investasi server dan AI
Elon Musk kembali membuat taruhan besar pada kecerdasan buatan. Miliarder itu yakin jaringan saraf dapat menggandakan pertumbuhan ekonomi AS tahun depan — dari sekitar 2% menjadi 4%.
Optimisme Musk didukung gelombang investasi besar. Moody’s memperkirakan raksasa teknologi AS akan menggelontorkan hampir $1 triliun untuk chip dan pusat data baru pada 2027. Sebagai pembanding, belanja modal dari rival Tiongkok diperkirakan hanya sekitar $165 miliar. Apollo Global Management memperkirakan belanja terkait AI akan mencapai sekitar 3% dari PDB AS dalam waktu dekat, padahal tiga tahun lalu angkanya baru sedikit di atas 0,5%.
Pertanyaan utama Wall Street adalah waktu realisasi keuntungan dari investasi‑investasi ini. Sejarah menunjukkan adopsi teknologi berskala besar membutuhkan waktu: gelombang dot‑com pada 1990‑an baru menghasilkan kenaikan produktivitas nyata beberapa tahun kemudian. Selain itu, ambisi Musk berhadapan dengan kebijakan moneter ketat The Fed. Pada September, bank sentral AS menaikkan federal funds rate menjadi 4%, sehingga kredit mahal membatasi akses usaha kecil dan menengah terhadap alat AI yang mahal.
Hingga kini, proyeksi makroekonomi masih jauh dari janji miliarder tersebut. Mayoritas analis justru memperingatkan perlambatan bertahap ekonomi AS, bukan lonjakan eksplosif. Para reporter Reuters juga mengingatkan secara halus bahwa Elon Musk merupakan pihak yang sangat berkepentingan: kapitalisasi pasar perusahaan‑perusahaannya seperti Tesla dan xAI bergantung langsung pada berapa lama investor terus percaya AI sebagai katalis utama.