Lagarde meredam ekspektasi pasar, mengisyaratkan jeda hingga prediksi bulan Desember
Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde menyatakan bahwa bank tersebut tidak akan mempercepat kenaikan suku bunga secara tajam, melainkan lebih memilih sikap kebijakan moderat sebagai langkah yang paling bijaksana. Ia menyampaikan hal ini dalam sidang di Parlemen Eropa, sekaligus meredam ekspektasi pasar yang sebelumnya telah memperhitungkan kemungkinan empat kali kenaikan suku bunga tahun depan—menyusul dua kali kenaikan pada musim panas lalu. Kekhawatiran para investor dipicu oleh tingkat inflasi yang melampaui 3% dengan risiko terus meningkat menuju 4%, jauh di atas target 2% yang ditetapkan bank sentral. Namun, Lagarde menegaskan bahwa kepanikan tidaklah beralasan dan ECB mampu mengendalikan situasi.
Lagarde mengidentifikasi lonjakan harga energi akibat konflik AS-Iran sebagai penyebab utama tekanan harga. Sejauh ini, otoritas moneter belum melihat adanya dampak lanjutan yang berbahaya: kenaikan biaya bahan bakar belum memicu percepatan kenaikan upah, dan inflasi belum mengakar dalam struktur ekonomi. Sektor manufaktur tetap stabil, pasar tenaga kerja bertahan dengan baik, dan investasi terus menopang pertumbuhan. Oleh karena itu, bank sentral memandang langkah-langkah yang bertahap dan terukur sebagai cara terbaik untuk meredam kenaikan harga tanpa membebani dunia usaha secara berlebihan.
Para ekonom memperkirakan bahwa ECB akan mengambil jeda dan tidak mengambil keputusan kebijakan pada pertemuan tanggal 29 Oktober, melainkan kembali membahas suku bunga kebijakan pada bulan Desember saat prediksi ekonomi terbaru telah tersedia. Sikap hati-hati ini diperkirakan akan memungkinkan otoritas Eropa untuk menilai skala guncangan dengan lebih baik serta menghindari tekanan berlebih terhadap sistem keuangan.