empty
 
 
08.06.2026 08:08 AM
Pasar saham pada 8 Juni: S&P 500 dan NASDAQ anjlok

Jumat lalu, indeks saham AS anjlok. S&P 500 turun 2,64%, dan Nasdaq 100 merosot 4,81%. Dow Jones Industrial Average melemah 1,35%.

Pada hari Jumat, pasar terkena tiga guncangan negatif sekaligus. Pelemahan di Wall Street tersebut merembet ke Asia hari ini: indeks MSCI Asia Pacific melemah 2,8%, dan KOSPI Korea Selatan merosot sekitar 5%. Saham Samsung turun 11%, SK Hynix melemah 10%, dan TSMC tergelincir 5,7%.

This image is no longer relevant

Tiga faktor terjadi secara bersamaan. Pertama — kekecewaan terkait Broadcom: panduan yang lemah untuk chip AI memicu aksi take profit secara luas di sektor yang telah melonjak 70% dalam dua bulan. Kedua — laporan ketenagakerjaan bulan Mei yang kuat: jumlah payroll meningkat jauh di atas proyeksi 85.000, sementara tingkat pengangguran tetap sebesar 4,3%. Data pasar tenaga kerja yang kuat justru menjadi kabar buruk bagi pasar karena memperkuat alasan bagi pengetatan kebijakan The Fed.

Para pelaku pasar kini memperkirakan sekitar 60% kemungkinan kenaikan suku bunga sebesar 25 poin paling cepat Oktober dan telah meningkatkan probabilitas adanya pergerakan di bulan Desember. Ketiga — Israel menyerang beberapa target militer di Iran sebagai balasan atas serangan roket, meskipun Presiden Trump menyerukan kepada Netanyahu agar menahan diri. Harga minyak mentah Brent melonjak 3,5% ke atas US$96 per barel — ujian tekanan terbesar bagi gencatan senjata April sejak disepakati.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10 tahun naik empat basis poin menjadi 4,57% — pasar memprakirakan sikap The Fed yang lebih hawkish. Jepang menunjukkan pola serupa, dengan imbal hasil obligasi pemerintah yang juga meningkat. Obligasi Indonesia mengalami koreksi tajam — imbal hasil 10 tahun naik lebih dari 30 bp sepanjang minggu, memperburuk aksi jual di aset lokal. Dolar menguat terhadap sebagian besar mata uang G10.

Menariknya, pada awal sesi Asia, futures Nasdaq 100 telah menutup penurunan dan naik sekitar 0,6%, sementara futures S&P 500 pulih sekitar 0,2%. Bitcoin juga menutup kembali penurunan dan bertengger di kisaran US$63.000 setelah sempat jatuh di bawah US$60.000 pada Jumat — untuk pertama kalinya sejak kemenangan kembali Trump dalam pemilu 2024. Pasar jelas tengah mencari titik dasar, tetapi variabelnya terlalu banyak. Kini semua perhatian tertuju pada pertemuan The Fed pada 16–17 Juni — yang menjadi pertemuan pertama Kevin Warsh sebagai ketua, di mana pasar menanti sinyal jelas pertama mengenai arah kebijakan dari ketua baru tersebut.

This image is no longer relevant

Secara teknikal, analisis S&P 500 menunjukkan bahwa tugas utama pembeli hari ini adalah menembus level resistance di $7.404. Keberhasilan melakukan hal ini akan mengonfirmasi potensi kenaikan dan membuka jalan menuju $7.427. Mempertahankan kendali di atas $7.451 akan semakin menguatkan posisi pembeli. Di sisi bawah, pembeli perlu mempertahankan area $7.381. Breakout ke bawah level tersebut kemungkinan akan mendorong indeks ini kembali ke $7.355 dan membuka jalan menuju $7.339.

Recommended Stories

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.