empty
 
 
29.10.2026 09:42 AM
Pasar memisahkan para pesaing

S&P 500 memperhatikan The Fed untuk mencari sinyal, tetapi dalam praktiknya, pasar justru lebih bereaksi terhadap tema favoritnya, kecerdasan buatan. Laporan laba raksasa teknologi memiliki dampak yang lebih besar terhadap pasar saham dibandingkan keputusan The Fed untuk menahan suku bunga, dua perbedaan pendapat di FOMC, atau komentar Kevin Warsh mengenai kondisi ekonomi dan inflasi.

Dinamika indeks saham

This image is no longer relevant

Rotasi sedang berlangsung penuh, dan itu terjadi bukan hanya antara saham berkapitalisasi raksasa dan saham berkapitalisasi kecil, tetapi juga di dalam sektor teknologi itu sendiri. Para investor sedang meneliti dengan cermat apakah emiten S&P 500 masih dapat menghasilkan laba. Ekspektasi begitu tinggi sehingga sulit untuk melampauinya, dan hal itu justru menjadi alasan untuk menjual.

Contoh yang jelas adalah perbandingan Microsoft dan Alphabet. Sejak siklus laporan kuartalan terakhir, saham Microsoft sudah naik 35%, sementara Alphabet turun sekitar 5%. Hasil Q3 memperlebar perbedaan tersebut: EPS Microsoft naik dari $3,72 menjadi $4,92 year-over-year, melampaui prediksi Wall Street dan mendorong sahamnya naik sekitar 4% pada perdagangan setelah jam bursa. Sebaliknya, Alphabet anjlok 10% setelah hasil pendapatan teratas mengecewakan, yang memicu penurunan kapitalisasi pasar sekitar $300 miliar dalam satu hari—salah satu yang terbesar sepanjang sejarah.

Dinamika Nasdaq 100, Microsoft, Alphabet

This image is no longer relevant

S&P 500 juga terdorong oleh rally 11% di saham Oracle setelah proyeksi free‑cash‑flow yang positif, serta oleh komentar Kevin Warsh bahwa perekonomian dapat tumbuh tanpa memicu kembali inflasi — pandangan yang dikaitkan dengan peningkatan produktivitas dari AI.

Pada saat yang sama, big tech sensitif terhadap kenaikan suku bunga karena perusahaan‑perusahaan ini semakin banyak menggunakan modal pinjaman. Pengetatan The Fed yang terlalu agresif berpotensi memicu pecahnya gelembung AI sekaligus memperlambat pertumbuhan PDB secara berarti — sebuah hasil yang kecil kemungkinan akan diterima oleh bank sentral. Karena itu, skenario suku bunga yang sangat tinggi tetap tidak mungkin, dan hal ini positif bagi saham AS.

Imbal hasil Treasury dua tahun justru melemah setelah pidato Warsh, dan harga minyak terkoreksi dari level tertinggi enam bulan menyusul laporan adanya kemajuan diplomatik di Timur Tengah. Gedung Putih kabarnya telah memperingatkan bahwa kalangan garis keras Iran dan para perantara sedang meningkatkan upaya untuk membawa Washington dan Teheran kembali ke meja perundingan.

This image is no longer relevant

Secara keseluruhan, meskipun ada masalah di beberapa raksasa teknologi, perlambatan pengetatan kebijakan The Fed dan pertumbuhan AS yang kuat pada kuartal ketiga menciptakan latar belakang yang "pas" bagi pasar saham.

Secara teknikal, grafik harian menunjukkan bahwa S&P 500 menembus di atas nilai wajar di 7.725, yang mendukung penambahan posisi beli (long). Selama harga tetap berada di atas level penting tersebut, bias tetap cenderung ke arah pembelian.

Recommended Stories

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.