Lagarde mengatakan guncangan energi saat ini berbeda dari keruntuhan tahun 1970-an
Presiden Bank Sentral Eropa (ECB), Christine Lagarde, menyoroti perbedaan-perbedaan utama antara kemerosotan ekonomi yang terjadi saat ini di Eropa dan keruntuhan sistemik yang terjadi pada tahun 1970-an. Ia menyatakan bahwa faktor utama yang menyebabkan ketidakstabilan saat ini adalah blokade Iran terhadap Selat Hormuz, yang telah melumpuhkan rute-rute pasokan utama bagi pengiriman komoditas energi di Timur Tengah.
Kondisi ekonomi kontemporer saat ini ditandai oleh pasar tenaga kerja yang lebih stabil serta tidak adanya tingkat pengangguran akut sebagaimana yang terlihat pada abad lalu. Lagarde mengatakan bahwa jajaran pimpinan ECB tidak akan meninggalkan target inflasi dan bertekad untuk menjaga pertumbuhan harga konsumen tetap berada di kisaran 2%. Otoritas pengatur tersebut berencana untuk mempertahankan kebijakan moneter yang ketat guna mencegah terjadinya spiral inflasi berkepanjangan, serupa dengan yang dipicu oleh embargo minyak OPEC pada tahun 1970-an.
Gangguan terhadap lalu lintas maritim telah memicu kenaikan pesat pada harga pasar minyak mentah, gas alam, dan produk-produk olahan, termasuk diesel dan avtur. Fatih Birol, Direktur Eksekutif Badan Energi Internasional (IEA), memperingatkan adanya risiko terjadinya keruntuhan operasional di bandara-bandara utama Eropa pada musim panas tahun 2026. Badan tersebut memperkirakan bahwa kelangkaan sumber daya di kawasan Eropa akan terus berlanjut, bahkan setelah kapal-kapal tanker dapat kembali melintasi Selat Hormuz dengan bebas.