Kekacauan Global Tertunda: Konsumen Inggris Menyelamatkan Ekonomi
Ekonomi Inggris menunjukkan ketahanan yang luar biasa pada kuartal I 2026. Permintaan konsumen yang kuat di sektor jasa memungkinkan Kerajaan ini sepenuhnya mengimbangi guncangan makro akibat eskalasi konflik di Timur Tengah dan pemblokiran jalur perdagangan.
Menurut Office for National Statistics (ONS), PDB naik 0,6% quarter‑on‑quarter, mempercepat dari 0,2% pada akhir 2025. Pertumbuhan tahunan tercatat 1,1%, melampaui konsensus analis sebesar 0,8%.
Anomali statistik utama terjadi pada bulan Maret. Pasar sempat memprice‑in kontraksi 0,1% di tengah operasi militer AS dan Israel terhadap Iran serta krisis bahan bakar berikutnya. Sebaliknya, PDB justru tumbuh 0,3% untuk bulan tersebut. Sektor jasa memimpin pemulihan, didukung perbaikan pada industri dan konstruksi.
Menariknya, gejolak geopolitik global sejauh ini belum membebani aktivitas bisnis domestik. Ekonomi Inggris mempertahankan momentum yang diperoleh selama musim dingin, relatif kebal terhadap headwind eksternal.
Angka makro yang kuat menjadi penyelamat politik bagi kabinet Keir Starmer. Di tengah merosotnya polling dan potensi tekanan inflasi yang berdampak pada dompet pemilih, pemerintah sangat memerlukan indikator‑indikator positif semacam ini.
Namun optimisme itu membawa konsekuensi bagi pasar dan peminjam. Pertumbuhan PDB yang berkelanjutan memberi Bank of England ruang untuk mengetatkan kebijakan. Regulator kini memiliki scope untuk menaikkan interest rate lebih lanjut—langkah yang dinilai perlu untuk menahan gelombang inflasi baru yang tak terhindarkan akibat kenaikan harga minyak impor.