Ekonomi Inggris bangkit dari hibernasi: UBS prediksi pertumbuhan PDB pada tahun 2026
Ekonomi Inggris diprediksi akan mulai pulih pada tahun 2006 setelah periode stagnasi pada paruh kedua tahun 2025. Dalam laporan yang diterbitkan pada hari Kamis, UBS mengatakan bahwa pertumbuhan PDB akan melonjak dari angka yang kecil di 0,1% menjadi 0,3% pada kuartal pertama dan 0,4% pada kuartal kedua tahun 2026. Bank tersebut memprediksi pertumbuhan sebesar 1,1% untuk sepanjang tahun. Selain itu, PDB Inggris diprediksi akan meningkay menjadi 1,4 pada tahun 2027.
Para analis mengaitkan perlambatan tahun lalu dengan ketidakpastian seputar anggaran pemerintah, kini sudah mulai mereda. Meskipun demikian, UBS memprediksi adanya risiko yang terus berlanjut dari perdagangan global yang tidak stabil dan gejolak politik domestik di Inggris.
Tekanan inflasi kemungkinan akan mereda. Setelah angka 3,0% pada Januari, inflasi dapat turun ke target 2% paling cepat pada bulan April berkat penurunan pengeluaran energi rumah tangga. UBS memperkirakan inflasi rata-rata sekitar 2% pada tahun 2026 dibandingkan 3,4% pada tahun 2025. Dengan latar belakang ini, Bank of England kemungkinan akan terus melonggarkan kebijakan moneter: UBS memperkirakan penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan Maret (menjadi 3,5%) dan penurunan suku bunga serupa pada bulan Juni (menjadi 3,25%).
Tekanan inflasi kemungkinan akan selesai. Setelah angka 3,0% pada bulan Januari, inflasi berpotensi turun ke target 2% paling cepat pada bulan April berkat penurunan pengeluaran energi rumah tangga. UBS memprediksi inflasi rata-rata sekitar 2% pada tahun 2026 dibandingkan pada tahun 2025. Dengan latar belakang ini, Bank of Englang kemungkinan akan terus melonggarkan kebijakan moneter: UBS memprediksi pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan Maret (ke angka 3,5%) dan pemangkasan suku bunga seripa pada bulan Juni (ke angka 3,25%).
Pernyataan anggaran pemerintah yang dijadwalkan pada tangga; 3 Maret hampir tidak akan menimbulkan kejutan. UBS percaya bahwa cadangan fiskal akan berada di bawah prediksi November sebesar £22 miliar, yang seharusnya mencegah kabinet meluncurkan inisiatif kebijakan baru yang besar.