empty
 
 
25.02.2026 04:53 AM
Gambaran Umum Pasangan EUR/USD. 25 Februari. Masih Adakah yang Aktif di Pasar?

This image is no longer relevant

Pasangan mata uang EUR/USD kembali bergerak seolah-olah sama sekali tidak ada berita dalam beberapa hari terakhir. Sebagai pengingat singkat (meski mungkin tidak terlalu diperlukan), Mahkamah Agung AS membatalkan seluruh tarif global Trump, yang kemudian direspons Trump dengan menetapkan tarif baru sebesar 10% untuk "semua orang," sambil mengancam akan segera menaikkannya menjadi 15%. Jika melihat grafik dan diagram volatilitas, muncul kesan bahwa tidak ada pembaruan penting selama dua minggu terakhir. Dalam periode ini, dolar perlahan menguat. Kenaikan ini tidak cukup kuat untuk dianggap serius atau dihormati; namun demikian, tetap saja terjadi penguatan dolar pada saat pelemahannya justru akan jauh lebih masuk akal.

Dari sini, kita bisa mulai berspekulasi mengapa pasar enggan menjual mata uang Amerika ini. Pikiran pertama yang muncul adalah potensi invasi AS ke Iran. Beredar kabar bahwa putaran berikutnya dari perundingan yang sebagian besar bersifat formal antara Teheran dan Washington dijadwalkan berlangsung pekan ini, dan jika tidak ada terobosan, Trump siap memberikan perintah untuk memulai operasi militer. Kami menyebut perundingan ini "formal" karena selama 50 tahun terakhir tidak ada seorang pun yang berhasil mencapai kesepakatan dengan Iran. Selama kurun waktu tersebut, negara itu hidup bak "bom waktu". Aksi militer berkobar kembali dengan intensitas baru lalu mereda lagi. Secara praktis, negara itu berada di ambang keruntuhan ekonomi, dengan nilai rial Iran yang jatuh nyaris tak bernilai. Namun semua ini tetap tidak membuat Teheran meninggalkan program nuklirnya.

Oleh karena itu, kami menilai kemungkinan tercapainya kesepakatan dengan Trump adalah nol. Konflik militer akan terjadi; yang menjadi pertanyaan hanya seberapa besar skalanya. Pada saat yang sama, salah satu dari sedikit alasan mengapa dolar AS menguat dalam beberapa pekan terakhir justru adalah ekspektasi pasar terhadap konflik tersebut. Dengan demikian, faktor ini kemungkinan besar sudah tercermin dalam harga atau hampir sepenuhnya diperhitungkan. Di sisi lain, tidak ada faktor pendukung lain bagi dolar. Sebaliknya, ada banyak faktor yang membebani dolar yang belakangan ini diabaikan pasar secara konsisten, mulai dari laporan PDB yang mengecewakan, data Non-Farm Payrolls (NFP) yang cukup kontradiktif, inflasi yang melemah, hingga penolakan Trump untuk mematuhi putusan Mahkamah Agung dan eskalasi baru perang dagang, yang sudah berujung pada pembekuan ratifikasi perjanjian dengan India dan Uni Eropa.

Kami tidak berpendapat bahwa pasar wajib berbalik arah pada waktu yang kami anggap tepat, atau pada periode tertentu mana pun. Namun kami meyakini pelemahan dolar pada 2026 tidak terelakkan. Semakin tinggi dolar naik saat ini, semakin dalam penurunannya kelak. Semakin rendah pasangan EUR/USD turun, semakin besar pula kemungkinan bahwa pergerakan ini akan segera berakhir. Namun, karena pasar dalam dua minggu terakhir sebagian besar mengabaikan mayoritas peristiwa makroekonomi dan fundamental, kami menyarankan para trader untuk tidak mengabaikan gambaran teknikal. Mengantisipasi kenaikan baru pada pasangan ini sebaiknya dilakukan setelah terjadinya penembusan tren pada timeframe satu jam dan empat jam.

This image is no longer relevant

Rata-rata volatilitas pasangan mata uang EUR/USD selama 5 hari trading terakhir per 25 Februari adalah 60 pip, yang dianggap "rata-rata". Kami memperkirakan pasangan ini akan bergerak di antara 1,1728 dan 1,1848 pada hari Rabu. Kanal atas dari regresi linear mengarah ke atas, yang mengindikasikan potensi kelanjutan penguatan euro. Indikator CCI telah memasuki area oversold, memberikan sinyal kemungkinan berlanjutnya tren naik.

Level Support Terdekat:

  • S1 – 1,1719
  • S2 – 1,1597
  • S3 – 1,1475

Level Resistance Terdekat:

  • R1 – 1,1841
  • R2 – 1,1963
  • R3 – 1,2085

Rekomendasi Trading:

Pasangan EUR/USD terus terkoreksi di dalam tren naik. Latar belakang fundamental global masih sangat negatif bagi dolar. Pasangan ini telah menghabiskan tujuh bulan di dalam saluran sideways, dan kemungkinan sudah saatnya melanjutkan tren global 2025. Dolar tidak memiliki dasar fundamental untuk pertumbuhan jangka panjang. Karena itu, yang dapat diharapkan dolar hanyalah pergerakan sideways atau koreksi. Ketika harga berada di bawah moving average, posisi short kecil dapat dipertimbangkan dengan target di 1,1728 dan 1,1719 murni berdasarkan faktor teknikal. Di atas garis moving average, posisi long tetap relevan dengan target di 1,1963 dan 1,2085.

Penjelasan untuk Ilustrasi:

  • Saluran regresi linear membantu menentukan tren saat ini. Jika keduanya menuju ke arah yang sama, tren saat ini tergolong kuat.
  • Garis moving average (pengaturan 20,0, diperhalus) menentukan tren jangka pendek dan arah utama yang sebaiknya diikuti dalam aktivitas trading saat ini.
  • Level Murray adalah level target untuk pergerakan dan koreksi.
  • Level volatilitas (garis merah) menunjukkan perkiraan kanal harga di mana pasangan ini kemungkinan akan bergerak pada hari berikutnya, berdasarkan indikator volatilitas saat ini.
  • Indikator CCI yang memasuki area oversold (di bawah -250) atau area overbought (di atas +250) menandakan bahwa pembalikan tren ke arah yang berlawanan kemungkinan sudah mendekat.

Recommended Stories

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.